YESUSKU BESAR, MAMPU MENGATASI SEMUA MASALAH

♫♫ Seringkali ku mengeluh, bebanku berat
Ku berkata pada Tuhan, masalahku besar
Roh Kudus ingatkan aku, serahkan padaNya
Dengan iman ku katakan
Hai masalah, aku punya Tuhan yang besar!

Yesusku besar, Dia mengatasi semua masalah
Yesusku besar, tak terbatas kuasaNya
Yesusku besar, tiada yang mustahil bagiNya
Yesusku besar, Dialah yang terbesar! ♬♬

Ayub 5:8 “Tetapi aku, tentu aku akan mencari Allah, dan kepada Allah aku akan mengadukan perkaraku.

Setiap manusia tidak lepas dari masalah, baik masalah keluarga, pribadi, ekonomi, masa depan, pasangan hidup, keuangan, penyakit, pekerjaan, sekolah dan lain sebagainya. Mengapa Tuhan mengijinkan masalah datang? Pertanyaan paling umum yang sudah menghantui dunia mungkin sejak awal manusia jatuh dalam dosa. Kalau Tuhan itu begitu baik dan penuh kasih, mengapa Dia mengijinkan masalah terjadi dalam kehidupan manusia. Dan akan sering muncul pertanyaan apa salahku dan dimana keadilan Tuhan? Dimana kasih Tuhan? Da n sering juga terdengar bahwa kita menyalahkan Tuhan bila masalah sedang menimpa kita.

Seringkali masalah dan kesulitan hidup justru malah membuat kita malas untuk ke gereja, malas untuk berdoa, atau malas melibatkan diri dalam persekutuan, kita malah lebih suka mengeluh sendiri. Padahal di saat kesesakkan tiba, Tuhan mengajarkan untuk tidak fokus pada masalah kita tapi justru fokus pada Dia yang menciptakan kita yang sanggup melakukan segala perkara.

Tuhan mengijinkan masalah/penderitaan dialami oleh manusia karena Allah ini membentuk kehidupan kita, pribadi kita untuk menjadi pribadi yang merendahkan diri atau tidak sombong tetapi Allah inginkan agar hidup kita fokus kepada Nya Imamat 5:13.

Ketika Yesus menyembuhkan seorang yang buta sejak lahirnya, murid-muridNya bertanya pada Yesus siapa yang berbuat dosa sehingga orang ini dilahirkan buta, apakah dirinya sendiri atau orangtuanya? Dan Yesus menjawab bukan keduanya, orang ini dilahirkan buta karena pekerjaan – pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam orang buta ini. Bisakah kita semua menerima jawaban seperti ini? Tidak, sebagian orang akan menganggap jawaban seperti ini hanyalah penghibur belaka. Masalah itu terjadi karena Tuhan menginginkan proses kehidupan kita meningkat ke level yang lebih tinggi, semakin tinggi kita naik maka akan semakin diberkati.

Daud hanyalah manusia biasa, di dalam kesulitan dan penderitaan hidup yang menghimpitnya, ia pun merasakan ketakutan, sama seperti kita. Tapi di dalam ketakutannya, ia tahu apa yg harus ia lakukan
“Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu” Maz 56:4 Ia tahu semengerikan apapun situasi yg harus ia jalani Daud selalu mempunyai pengharapan di dalam Tuhan. Apapun kondisi kita bertahanlah dan percayalah Tuhan akan menolongmu tepat pada waktunya .

Mungkin kita punya persoalan, beban hidup yang besar tapi kita percaya kita punya Allah yang lebih BESAR dari persoalan kita yang sanggup menolong dan melepaskannya seperti halnya Daud melihat Goliat yg besar menjadi kecil karena dia punya Allah yang BESAR. 1 Sam 17:45 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kau tantang itu.”

Bagaimana cara menyikapi suatu masalah ?

1. Jangan kuatir. Sebetulnya masalah itu tidak cepat terselesaikan karena masih ada yang namanya kekuatiran. Kekuatiran inilah sebagai penghalang untuk kita dapat menyelesaikan masalah itu sendiri. Kuatir apa yang akan dimakan besok? Kuatir dengan masa depan? Kuatir tentang pasangan hidup? Orang yang kuatir akan kehilangan tujuan hidupnya, sehingga akan merasa bingung mau melangkah kemana. Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

2. Jangan pernah menganggap masalah itu besar. Seringkali disaat menghadapi suatu masalah, kita merasakannya itu terlalu berat dan merasa sudah tidak mampu, karena kita memikulnya sendiri. Inilah anggapan yang salah , karena selama kita mengganggap masalah itu terlalu besar dan berat, kita tidak akan mampu menyelesaikannya. Padahal tidaklah demikian, kita mempunyai Allah yang lebih besar dari semua masalah. Selama ini mungkin kita hanya meletakkan masalah kita dipundak atau kepala kita, tetapi didalam Tuhan, masalah dapat kita serahkan kepada Allah kita, Dia yang angkat masalah itu dari kita. Ingat Allah lebih besar dari masalah kita.

3. Percaya Mujizat. Selama kita belum percaya adanya mujizat, maka tidak akan terjadi mujizat dalam kehidupan kita. Tuhan selalu mengadakan mujizat setiap hari, kurang percaya mengakibatkan mujizat tidak akan terjadi. Mujizat itu nyata…dan akan terjadi dalam kehidupan kita jika kita mahu mempercayainya. Iman kita menentukan mujizat itu akan nyata. Percayai janji Tuhan dan ambil itu

4. Anggaplah masalah adalah proses kehidupan. Masalah boleh terjadi dalam kehidupan kita tanpa kita duga dan tentu secara tiba-tiba. Tanpa kita sadari setelah masalah itu berlalu, baru kita sadar bahwa semuanya itu punya maksud yang baek dalam kehidupan kita. Kita diproses dengan adanya masalah, apabila kita mampu menghadapinya akan ada berkat yang lebih besar lagi untuk kita. Segala sesuatu yang instan hasilnya akan kurang baek dibandingkan dengan segala sesuatu yang melewati proses. Ingat emas, semakin lama proses dilakukan akan semakin bagus hasil yang akan ditunjukkan dan tentu lebih berharga. Semua masalah yang kita lalui adalah proses demi kebaikan kita. Jangan pernah menyalahkan Tuhan.!!!!

5. Jangan membuat masalah sendiri. Seringkali masalah timbul karena dari ulah kita kita sendiri. Untuk menghindari hal tersebut cegah untuk membuat suatu yang menimbulkan masalah. Memanage kehidupan kita lebih baik daripada membiarkan kita liar tanpa tujuan.

6. Tetap berdoa dan percaya Tuhan. Jangan pernah meninggalkan Tuhan disaat kita menghadapi masalah, semakin jauh kita dari Tuhan, maka semakin lama masalah itu tidak terselesaikan. Kadang apabila ada masalalah kita malah tidak ke gerja, tidak berdoa, tidak baca alkitab, bahkan lupa kepada Tuhan. Tetap berdoa, karena Dia sanggup melakukan segala perkara dan mengangkat setiap persoalan kita.

7. Tinggikan Tuhan. Apabila kita meninggikan Tuhan dengan pujian, maka masalah akan direndahkan dan dibuang. Tetapi apabila sebaliknya masalah kita tinggikan, kita akan menerima keterpurukan yang semakin lama. Mari bangkit, tetap tersenyum dan semangat menghadapi masalah. Ada pujian yang menjadi kesukaan saya dan menguatkan saya bisa didownload di : http://www.youtube.com/watch?v=Es36IO6tHTc

APAPUN MASALAH.. JANGAN PERNAH MENYERAH..
APAPUN RINTANGAN.. TETAP BERTAHAN..
BADAIKAN BERLALU.. MENTARI KHAN BERSINAR..
MASIH ADA TUHAN.. MASIH ADA TUHAN..

KUTINGGIKAN NAMANYA YESUS
KUTINGGIKAN NAMANYA BESAR
KUTINGGIKAN NAMANYA YESUS
KUTINGGIKAN NAMANYA BESAR

Oleh sebab itu marilah kita mulai saat ini apapun yang menjadi persoalan, penderitaan hidup ataupun permasalahan yang berat sekalipun serahkanlah semuanya kepada Tuhan, ceritakanlah dalam doa kita kepada Allah, percaya dengan iman bahwa Allah sanggup menolong kita, melepaskan kita dari masalah hidup kita. Amien. Tuhan memberkati.

Dipublikasi di Rohanie | 2 Komentar

APAKAH ENGKAU MENGASIHI AKU?

SEBUAH RENUNGAN :

Suatu hari, aku bangun dini hari untuk menyaksikan sang surya terbit. Dan keindahan karya ciptaan Tuhan sungguh tak terlukiskan. Sementara aku mengaguminya, aku memuliakan Tuhan oleh karena karya-Nya yang mempesona. Sementara aku duduk di sana, aku merasakan kehadiran Allah dalam diriku.

Ia bertanya kepadaku,
Apakah engkau mengasihi Aku?
Aku menjawab, “Tentu saja Tuhan! Engkaulah Allah dan Juruselamat-ku!”

Kemudian Ia bertanya,
Seandainya engkau cacat jasmani, apakah engkau akan tetap mengasihi Aku?
Aku terpana. Aku memandangi tanganku, kakiku dan seluruh bagian tubuhku yang lain sambil memikirkan betapa banyak pekerjaan yang tidak akan dapat aku lakukan, pekerjaan-pekerjaan yang selama ini aku anggap biasa. Dan aku menjawab, “Akan sangat berat Tuhan, tetapi aku akan tetap mengasihi Engkau.”

Kemudian Tuhan berkata,
Seandainya engkau buta, apakah engkau akan tetap mengagumi ciptaan-Ku?
Bagaimana aku dapat mengagumi sesuatu tanpa dapat melihatnya? Kemudian pikiranku melayang kepada orang-orang buta di muka bumi ini dan betapa banyak di antara mereka yang mengasihi Tuhan dan mengagumi ciptaan-Nya. Jadi aku menjawab, “Sulit dibayangkan Tuhan, tetapi aku akan tetap mengasihi Engkau”

Kemudian Tuhan bertanya lagi kepadaku,
Seandainya engkau tuli, apakah engkau akan tetap mendengarkan firman-Ku?
Bagaimana aku dapat mendengar jika aku tuli? Aku tersadar, mendengarkan Firman Tuhan tidak hanya dengan telinga, tetapi dengan hati. Maka aku menjawab, “Akan sangat berat, Tuhan, tetapi aku akan tetap mendengarkan firman-Mu.”

Kemudian Tuhan bertanya,
Seandainya engkau bisu, apakah engkau akan tetap memuliakan Nama-Ku?
Bagaimana aku dapat memuji tanpa bersuara? Lalu menjadi jelas bagiku: Tuhan menghendaki kita menyanyi dari kedalaman hati dan jiwa kita. Tidak jadi soal apakah suara kita terdengar sumbang. Dan memuliakan Tuhan tidak selalu dengan nyanyian, tetapi dengan berbuat baik kita menyampaikan pujian kepada Tuhan dengan ucapan syukur. Jadi aku menjawab, “Meskipun aku tidak dapat melantunkan nyanyian pujian, aku akan tetap memuliakan Nama-Mu“.

Dan Tuhan bertanya,
Apakah engkau sungguh mengasihi Aku?
Dengan tegas dan penuh keyakinan, aku menjawab lantang, “Ya Tuhan! Aku mengasihi Engkau karena Engkaulah satu-satunya Allah yang Benar.”

Aku pikir aku telah menjawab dengan benar, tetapi,Tuhan justru berkata, “JIKA DEMIKIAN, MENGAPA ENGKAU BERDOSA?”
Aku menjawab sambil menunduk , “Karena aku hanyalah seorang manusia yang tidak sempurna.”

Tuhan melanjutkan,
“JIKA DEMIKIAN, MENGAPA PADA SAAT SUKA ENGKAU MENYIMPANG JAUH? MENGAPA HANYA PADA SAAT DUKA SAJA ENGKAU BERDOA DENGAN KHUSUK?”
Tidak ada jawaban keluar dari mulutku. Hanya air mata.
Tuhan melanjutkan lagi,
Mengapa melantunkan pujian hanya di gereja dan di tempat-tempat retreat?
Mengapa datang kepada-ku hanya pada saat doa?
Mengapa meminta dengan demikian egois?
Mengapa tidak setia?

Air mata mengalir jatuh di pipiku.
Mengapa engkau malu akan Aku?
Mengapa pada saat teraniaya engkau berpaling kepada yang lain sementara Aku menyediakan punggung-Ku untuk memikul bebanmu?
Mengapa mengajukan alasan-alasan ketika Aku memberimu kesempatan untuk melayani dalam Nama-Ku?

Aku berusaha menjawab, tetapi tidak ada jawab yang keluar.
Engkau Aku karuniai hidup.
Aku menciptakan engkau, jangan sia-siakan hidupmu.
Aku memberkati engkau dengan talenta-talenta untuk melayani Aku, tetapi engkau senantiasa menghindar.
Aku telah menyingkapkan rahasia Firman-Ku kepadamu, tetapi pengetahuanmu tidak bertambah.
Aku berbicara kepadamu, tetapi telingamu tertutup rapat.
Aku menunjukkan belas kasih-Ku kepadamu, tetapi matamu tidak melihat.
Aku mengirimkan penolong-penolong bagimu, tetapi engkau duduk berpangku tangan sementara mereka engkau singkirkan.
Aku mendengarkan doa-doamu dan Aku telah menjawab semuanya.

Tuhan berhenti sejenak, dan melanjutkan,
APAKAH ENGKAU SUNGGUH MENGASIHI AKU??
Aku tidak mampu menjawab. Bagaimana mungkin? Aku amat malu. Aku tidak punya penjelasan. Apa yang dapat aku katakan? Ketika hatiku menjerit dan air mata telah membanjir, aku berkata,
“Ampuni aku, Tuhan. Aku tidak layak menjadi anak-Mu.”

Tuhan menjawab, Itulah Rahmat, Anak-Ku.
Aku bertanya, “Jika demikian, mengapa Engkau terus-menerus mengampuni aku? Mengapa Engkau demikian mengasihi aku?”

Tuhan menjawab, “Karena engkau adalah Ciptaan-Ku. Engkau adalah Anak-Ku.
Dan sekali-kali Aku tidak akan meninggalkan engkau.”
Jika engkau menangis, hati-Ku hancur dan Aku akan menangis bersamamu.
Jika engkau bersorak kegirangan, Aku akan tertawa bersamamu.
Jika engkau putus asa, Aku akan menyemangatimu.
Jika engkau jatuh, aku akan mengangkatmu.
Jika engkau lelah, Aku akan menggendongmu.
Aku akan menyertaimu sampai akhir jaman, dan Aku akan selalu mengasihimu selamanya.

Belum pernah aku menangis sedemikian pilu sebelumnya.
Bagaimana mungkin aku bersikap dingin dan beku selama ini?
Bagaimana mungkin aku melukai hati-Nya dengan segala kelakuanku?
Aku bertanya kepada Tuhan, Berapa besar Engkau mengasihi aku, Tuhan?

Tuhan merentangkan kedua belah tangan-Nya, dan aku melihat tangan-Nya yang berlubang tertembus paku.
Aku bersimpuh di kaki Kristus, Juruselamat-ku.
Dan untuk pertama kalinya aku berdoa dengan segenap hati.

Tuhan Yesus memberkati.

Dipublikasi di Rohanie | 5 Komentar

KETIKA TUHAN BERKATA TIDAK

Tuhan Selalu menjawab DOA kita. Kadang2 Jawaban-Nya adalah “TIDAK”

Ketika manusia berdoa, “Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.”
Tuhan berkata, “Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.”
Tuhan berkata, “Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Tuhan beri aku kesabaran.”
Tuhan berkata, “Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan, tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.”
Tuhan berkata, “Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.”
Tuhan berkata, “Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada-Ku.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.”
Tuhan berkata, “Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal.”

Ketika manusia berdoa, “Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cinta-Mu padaku.
Tuhan berkata… “Akhirnya kau mengerti!!”

Tuhan tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Tuhan mengabulkan permintaan kita, justru karena Tuhan tahu yang terbaik, yang mungkin kita tidak tahu.

Kadang kita merasa Tuhan tidak sayang sama kita hanya karena Tuhan tidak mengabulkan permintaan kita. Kadang kita merasa tahu apa yang terbaik buat kita…padahal, ketika doa tidak dikabulkan bukan berarti Tuhan ga sayang sama kita…karena Tuhan tau yang terbaik bagi kita itu lah kenapa Tuhan tidak mengabulkan permintaan kita… Segala yang baik menurut manusia, belum tentu baik menurut Tuhan..dan yang buruk menurut manusia, belum tentu buruk menurut Tuhan…

Tuhan memberkati..

Dipublikasi di Rohanie | 1 Komentar

BINGKAI PHOTO

Suatu hari, aku memasuki rumah bambu yang sudah sangat tua..
Rumah penuh debu dan tidak terawat..
Kupandangkan mataku untuk melihat sekeliling rumah itu..
Disudut ruangan tertempel sebuah photo tua yang lusuh tanpa bingkai..
Photo seorang ibu yang sudah tua sedang duduk didipan bambu sambil memasak sayuran..
Hmmm sayang photonya sedikit rusak dan tidak terawat..
Kuambil photo itu dan kubawa pulang..
Setelah itu kubawa photo tersebut ke studio photo ternama dikotaku..
Kumeminta ke pegawai studi photo tersebut untuk membersihkan dan menata kembali gambar yang telah rusak..
Photo tersebut diberi bingkai yang begitu menawan…
Meski tidak semua bisa diperbaiki tapi photo itu menjadi sangat indah dipandang mata..
Sesampainya dirumah photo tersebut kupasang diruangan tamu depan…
Woww keren, begitu klasik photo tersebut…
Sangat menghidupkan suasana ruangan tersebut..
Photo yang dahulu lusuh, kini menjadi barang yang sangat berharga, hanya karena sebuah bingkai yang indah..

Demikian juga dengan hidup kita..
Manusia kadang seperti photo yang lusuh..
Yang lama terpajang dipojok ruangan yang tidak ada artinya..
Semakin lama photo itu terpajang, semakin parah photo itu rusak..
Mengapa demikian?????
Ya, karena manusia merasa dirinya tidak berharga, rusak, tidak ada masa depan, tidak mempunyai tujuan, kuatir, dll..
Tetapi mengapa masih terpajang dipojok ruangan yang kotor????
Ya, karena manusia merasa dirinya tidak mampu berbuat apa-apa..bingung dan putus asa.. bimbang menghadapi hidup..
Terus bagaimana supaya manusia bisa bebas dari itu semua????
1. Harus ada penolong.. Andaikan photo ibu tua tadi tetep terpajang dirumah tua itu, maka photo itu akan rusak bahkan hilang.. Tetapi karena saya mengambil photo tersebut dan merawatnya maka photo itu masih ada dan terlihat indah… Demikian juga manusia butuh seorang penolong… Siapakah penolong itu??? Dia Tuhan yang menolong hidup setiap manusia.. Kalau manusia yakin dan percaya dengan imannya, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.
2. Harus punya bingkai.. Hidup manusia itu indah jika manusia itu mempunyai arti.. Hidup yang rusak, suam, tidak ada artinya, tidak punya tujuan..akan menjadi indah dipandang mata..
Bingkai menunjukkan keindahan hidup yang penuh arti…
Setiap hidup mempunyai arti..
Hidup sangat berharga didunia ini…
Banyak hal yang bisa diperbuat selama hidup didunia ini..
Bingkai membuat semuanya jadi indah dan membawa suasana jadi indah…
Bukan hanya photonya menjadi indah..tetapi seluruh ruangan akan menjadi indah..
Hidup bukan karena hari, hidup karena mempunyai arti..
Jadikan hidup ini berarti.

Tuhan memberkati!!!

Dipublikasi di Rohanie | Meninggalkan komentar